Syahdu
Seorang anak manusia
Tak punya apa-apa
Menatap masa depan dengan tertunduk kaku
Mendambakan kasih sayang dengan termangu
Ia tak punya siapa-siapa
Ia tak mau minta-minta
Hanya menunggu dan menunggu
dalam pilu yang menyayat hati
Ia terus berharap
Suatu waktu nanti
Dapat menggapainya
Walau hanya berwujud sekelebat bayang-bayang
Ia tak mau menodai kata hati
Ia jaga kehalusan budi
Ia tak kunjung penat
Karna cinta suci lebih abadi
Ia menengadahkan tangan dalam diam
Bermunajat ke hadirat-Nya
Seraya memohon ampunan
Ditemani lamat-lamat suara azan subuh
(Faisal Basri, Ciasem, 25 November 2007)