Gogos

Dalam perjalanan kembali dari Luwu ke Makassar, Sabtu, 12 April 2008, Dr. Muchlis dan Boy Hasid (keduanya asli Luwu) serta saya mampir di kabupaten Barru. Kabupaten ini kita dapati setelah Parepare dan sebelum Maros.

Selepas subuh, kami singgah di salah satu dari deretan kedai sederhana yang menjajakan gogos. Makanan ini sejenis lemper, tapi tak berisi apa pun. Jika lemper di Jawa terbuat dari ketan putih, gogos menggunakan ketan hitam.

Menyantap gogos terasa nikmat jika dicocolkan ke sambal yang telah disediakan dan ditemani dengan telur asin.

Sambil ngobrol dengan kedua teman tadi dan sopir yang sangat cekatan, tak terasa saya sudah mengahabiskan 3 gogos. Lidah rasanya masih ingin satu lagi. Tapi saya urungkan, karena yakin puncak kenikmatan sudah tercapai. Tambahan satu gogos niscaya akan menurunkan kenikmatan, karena akan berlaku the law of diminishing return.

Leave a Reply