Faisal Basri: BBM Harus Sering Naik
Perspektif Wimar
05 May 2008
Oleh Hayat Mansur
Selama ini ada salah kaprah di masyarakat. Karena itu ekonom Faisal Basri menyatakan harga BBM harus sering-sering naik, tapi sedikit-sedikit. Saat ini digunjingkan harga BBM akan naik di atas 30% per 1 Juni 2008. Benarkah? Apakah harga BBM harus naik atau tidak? Guna membahas hal tersebut Wimar Witoelar didampingi Co-host Melissa Karim menghadirkan Faisal Basri di acara Perspektif Wimar.

Faisal berpendapat harga BBM harus naik. Namun tidak setuju kalau BBM harus naik langsung 30% karena beban untuk masyarakat akan sangat berat. Dalam hal ini kalau Indonesia sejak dulu mengikuti mekanisme harga pasar maka kenaikan BBM pun akan secara bertahap. Apa dampaknya bila BBM tidak naik?
Menurut Faisal Basri
- Subsidi akan mengelembung di atas Rp 200 triliun dari harga minyak internasional sekarang. Bayangkan total APBN kita hanya sekitar Rp 800 triliun, sejumlah Rp 200 triliun lebih untuk subsidi yang hasilnya hanya menjadi asap kendaraan.. Sementara belaja modal seperti untuk membangun sekolah hanya Rp 80 triliun, untuk becana alam dan orang miskin hanya Rp 60 triliun.
- Akan ada disparitas harga BBM di dalam dan luar negeri sehingga akan memunculkan penyelundupan.
- Pasar keuangan akan melihat fiskal pemerintah makin berat sehingga terganggu kesinambungan fiskal kita. Kalau mereka makin tidak percaya dengan kondisi kita akan keluar dari Indonesia dan pasar keuangan akan merespon dengan negatif.

Sedangkan kalau harga BBM naik:
- Orang miskin kemungkinan akan mendapat alokasi anggaran Rp 110 triliun
- Dana itu bisa dipakai untuk membangun fasilitas pertanian dan menciptakan lapangan kerja 8 juta orang. Bila setiap orang mempunyai tanggungan tiga, maka akan ada total 32 juta orang produktif.
Kalau boleh memilih, tentu orang ingin BBM murah. Kata Faisal Basri, “Malaikat saja tentu akan membeli BBM murah, apalagi manusia.”

SMS dari Penonton:
6281377826XXX: BBM BOLE NAIK TAPI SEMBAKO JANGAN.HAZTA.PLM
6285256706XXX: TARIK SUBSIDI UTK BBM ALIHKAN SUBSIDI UTK PERTANIAN
6281393753XXX: SY STJ DP KENAIKAN BBM,HUKUM SEBRT2NYA PARA PENYELUNDUP _ ORG YG MENYALAHGUNAKAN SUBSIDI YG MERUGIKAN NEGARA.
62811412XXX: SY SEPENDAPAT PAK BASRI,BHW SUBSIDI BBM MENGUNTUNGKAN ORG KAYA,CTH:1 JT ORG MMILIK 2 MBL X 100 LTR/BLN DGN ASUMSI RP.3 RB
628129048XXX: SY SETUJU DG PENDAPAT BELIAU KRN SY PENGGEMAR PAK FAISAL, IDE2NYA BAGUS
6281805879XXX: SILAKAN BBM NAIK TAPI SEMBAKO JANGAN NAIK YA?
628123328XXX: BBM NAIK , LHA NASIB BURUH TOKO D KOTA KECIL GMN ? JIKA PNS ENJOY AJA IYA KAN ?
6281321606XXX: BBM NAIK SGL KEBUTUHAN IKUTAN,GMN NSB RAKYAT KCL GMN PENGUASA?
6285269484XXX: BAGAIMANA MINJAK SOLAR NGAK MAHAL BANJAK PERUSAHAN BESAR MAKAI SOLAR SUBSIDI DILAMPUNG
6287897316XXX: KATANYA INDONESIA KAYA PENGEBORAN MINYAK DMN2 KMN MINYAKNYA NAEK TRS.
6287868100XXX: RKYT SDH KEBL DNGN KE NAIKAN HRG MINYK
6281344198XXX: HAPUS AJA SUBSIDI PERSOALAN BBM SELESAI.KALAUPUN ADA DAMPAK DISELESAIKAN BERSAMA-SAMA.
6287863312XXX: BBM NAIK GAJI DPR NAIK JU GA?
628170178XXX: MINYAK TANAH MAHAL…GAS SUSAH,GIMANA NI,..DONI
62856457XXX: BBM NAIK RAKYAT MENJERIT..
http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=869
May 25th, 2008 at 9:29 pm
Bang Faisal, pada prinsipnya saya setuju dengan anda tapi yang menjadi masalahnya adalah apabila BBM sering naik otomatis daya beli masyarakat menurun dan konsumsi akan menurun ujung ujungnya ekonomi menjadi lesu.
Solusi yang anda anjurkan adalah dananya untuk pertanian bagaimana dengan kaum miskin kota? Bagaimana supaya daya beli masyarakat bisa meningkat dan kemakmuran bisa merata termasuk penciptaan lapangan kerja di kota kota mengingat sekarang penduduk desa dan penduduk kota jumlahnya hampir seimbang.
May 26th, 2008 at 5:45 pm
Istilah “sering naik” merupakan “kegenitan”. Maksud saya, tentu saja kita harus lebih fleksibel terhadap pergerakan harga: terkadang naik, lain waktu turun. Dalam sistem pasar yang berkelanjutan, yg menegakkan sense of justice dan sense of equity, sistem pasar harus menghadirkan fungsi market stabilizing dan market legitimizing. Jadi pasar tak sepenuhnya dibiarkan liar.
Ikhwal penduduk miskin kota, memang harus dengan pendekatan lain. Penyebab utamanya adalah industri manufaktur yang terus melemah dan pekerja sektor formal yang mengkerut. Banyak persoalan di pasar tenaga kerja yg harus kita atasi, yg menempatkan pekerja sebagai manusia, bukan alat produksi.