Jajanan Thresia

Minggu pagi, 29 Juni 2008, saya dan keluarga sepakat sarapan sotomie Thresia, persis di depan RSAB YPK. Sudah cukup lama tak ke sana. Suasana sudah berubah. Para pedagang tak lagi berjubel di kakilima dan meluber ke bahu jalan. Mereka menempati halaman salon kecantikan, tertata rapi. Syukur, hampir semua pedagang lama tertampung: sotomie, siomay, gado-gado, sate  ayam & kambing, dan minuman. Pedagang rujak uleg dan kue cubit tak kebagian lahan, namun tetap bisa berjualan di trotoar depan salon.

Ada yang berubah. Di samping salon, berdiri megah bangunan baru “Gado-gado Boplo” yang kesohor itu dengan sosok restoran modern. Insya Allah kehadirannya tak akan mengurangi jatah pedagang kecil yang telah bertahun-tahun menghuni kawasan Menteng itu. Saya rasa masing-masing sudah punya pelanggan fanatik. Perbedaan harga gado-gado a la restoran dan gerobak tentu relatif besar pula.

Jumlah pengunjung tampaknya bertambah banyak. Semoga pendapatan mereka bertambah cukup berarti untuk mengimbangi sewa lahan yang sebelumnya tak harus mereka bayar. (Semasa di kakilima mereka cuma bayar uang kebersihan dan keamanan, entah resmi atau tak resmi.)

Yang paling penting, kualitas makanan tetap terjaga, dan makin bersih pula. Silakan coba suasana baru jajanan Thresia. Favorit saya tetap sotomie.

Leave a Reply