Bertani

Di tabloid mingguan Kontan edisi minggu III Juli, halaman 32, ada judul berita "Satu Hektare Tanah Surga"  (http://www.realviewusa.com/?xml=kontanweekly.xml&guid=F5CF46EC-1F22-4808-A52E-F3358C4CC545&iid=6931&startpage=32).

Sebetulnya saya tidak bertani, melainkan menjadi bagian kecil saja dari upaya teman-teman yang tergabung dalam Pergerakan Indonesia (PI) untuk membantu pengembangan pertanian berbasis lokal dan mengupayakan kemandirian petani.

Tanah yang kami garap pun tak sampai satu hektare, melainkan hanya 0,132 hektare. Dengan lahan sesempit itu, kami mengembangkan semacam demplot dan menghasilkan pupuk cair organik. Semoga penjelasan singkat ini meluruskan pemberitaan Kontan.

Mbak Femi sebetulnya mewawancarai saya untuk persoalan lain. Cerita bertani cuma selingan.

Leave a Reply