Syukuran Bale Organik
Jumat malam, 19 Juli 2008, kami syukuran atas keberadaan Bale Organik Pergerakan Indonesia yang berlokasi di Bantul. Hadir sekitar 150 warga dan kawan-kawan Yogya. Ditambah dengan 12 peserta pelatihan dari 10 propinsi yang diharapkan mempercepat penyebaran cara-cara bertani organik dan pemanfaatan pupuk produksi kami sendiri. Pelatihan diselenggarakan selama 3 hari (Jumat hingga Minggu) di Bale organik PI.
Alhamdulillah, sejauh ini perkembangan sangat menggembirakan. Tujuh varietas padi lokal yang kami tanam tumbuh sehat sesuai harapan. Insya Allah sekitar sebulan setengah lagi bisa dipanen.
Teh favorit kami ialah teh rosella. Rasanya agak asam dan berwarna merah darah (foto keempat paling atas). Lebih nikmat kalau pakai es. Foto pertama adalah saung untuk pertemuan dan segala jenis kegiatan untuk segala usia. Foto kedua: suasana pelatihan, sedangkan foto ketiga adalah Mbah Mur, petani andalan, formulator pupuk kami, dan salah seorang pemberi materi pelatihan. Si Mbah pernah menerima penghargaan Kalpataru dan telah kerap berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para petani di berbagai daerah.
Kami menanam beragam terong, salah satunya terong ungu. Di sebelahnya adalah pohon apel yang tumbuh normal. Paling kanan ialah pohon dragon fruit yang juga tumbuh baik.
Kami patut bersyukur memperoleh tanggapan yang sangat baik dari warga sekitar. Telah banyak pula rombongan yang menengok, mulai dari petani, mahasiswa, hingga dosen. Kami mulai agak kewalahan memenuhi permintaan pelatihan. Semoga, dengan lahirnya kader-kader baru hasil dari training, kita kian optimistik menguakkan "mimpi" menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia yang menyejahterakan petaninya. Kami pun telah banyak menjalin kontak dengan berbagai kalangan yang punya kepeduliaan serupa.
July 20th, 2008 at 4:30 am
pak faisal, mbah mur dan kawan-kawan … syukuran anda semua di bantul adalah syukuran bangsa ini. betul sekali, kearifan lokal harus digali. potensi rakyat harus menjadi modal .. kita tidak boleh percaya bila ada yang berkata ‘kita tak mampu’ … dan ini sering didengung-kan ketika kita akan maju selangkah ke depan. bertani secara organik seolah mengembalikan ‘hak’ hidup makhluk allah pada ‘mesin’ alam ..
bolehkah saya tahu, dimana ‘tepat’nya mbah mur dkk berkiprah. mudah2an ada jodo untuk bertandang ke sana
wassalam,
July 25th, 2008 at 6:55 pm
assalamu’alaikum bang…lama gak berkomunikasi neh…topik menarik krn sesuai dengan aset yg saya miliki…suka dg pertanian bang???…kebetulan di blitar-jawa timur sedang mengembangkan rosella juga selain tanaman lain tentunya…main2 ke blitar bang…di penataran tepatnya…mereka..tms kami dan saya sangat membutuhkan juga tangan2 dingin spt abang…Hidup Petani Indonesia!!!
August 15th, 2008 at 1:13 am
matur nuwum mbah Mur. wawasannya menjadi inspirasi dan bekal memulai sesuatu yang baru dalam membangun negeri.