Faisal Basri: Bursa Bangkrut, No Problem
Kompas.com, Sabtu, 11 Oktober 2008 | 10:21 WIB
JAKARTA, SABTU — Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali menutup perdagangan saham, Jumat (10/10), merupakan cermin ketidakpercayaan diri pemerintah.
“Harusnya dibuka saja. Dow Jones sudah turun setiap hari, kenapa khawatir? Sebelumnya pemerintah kan sudah berjanji akan membuka bursa, Jumat,” kata pengamat ekonomi Faisal Basri saat diskusi polemik krisis keuangan dunia di Warung Daun, Jakarta, Sabtu.
Faisal mengatakan, pasar bursa tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gejolak ekonomi dalam negeri. Pasalnya, pelaku pasar bursa hanya sekitar 0,5 persen dari penduduk Indonesia. Karena itu, tindakan pemerintah dinilai kurang tepat karena lebih memprioritaskan bursa.
“Kalau bursa bangkrut no problem, jadi tenang saja,” kata Faisal. Menurutnya, pemerintah harus lebih fokus pada sektor riil domestik untuk menjaga industri dalam negeri. Beberapa kebijakan fiskal dan moneter harus dibenahi untuk mendukung pertumbuhan sektor riil. “Tidak usah memikirkan akan menarik investor dari luar negeri. Tetapi, fokus saja ke dalam negeri, seperti memberikan kemudahan bagi pelaku sektor riil domestik,” ujar Faisal.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/11/10215820/faisal.basri.bursa.bangkrut.no.problem
October 21st, 2008 at 9:55 pm
assalamualaikum bang!
kalau kejatuhan lantai bursa di biarkan begitu saja tanpa mendapatkan perhatian dari pemerintah, bukankah akan lebih menambah gejolak ekonomi dalam negeri, 20 negara yang terkena imbas langsung krisis financial di Amerika sebagaimana yang kita ketahui pemerintahnya ramai-ramai mengelontorkan dana talangan. amerika semisal telah mengucurkan USD 700 Miliar, sedangkan di Indonesia tidak kurang 35 Triliun untuk program buy back. lalu dalam pandangan bang faisal apa yang akan terjadi jika kejatuhan bursa kita tidak di tangani?