Lebaran? –true story sore ini

Dua anak
seorang perempuan
seorang lelaki
sendu wajah mereka

Kutanya, sudahkah beroleh baju lebaran
Jawab si adik singkat: “belum”

Kedua anak dan ibunya
meniggalkan desa mereka
Tak tahan lihat sekeliling
Akan santap gule daging dan opor ayam

Tak serupiah pun mereka punya
Mereka ke Jakarta dengan berutang
agar bisa menjauh dari kampung mereka
Berharap mengisi kerja
di hari raya
yang ditinggalkan para pekerja

Puasa sebulan penuh mereka tunaikan
Apa arti lebaran bagi mereka
mereka tak mau minta-minta
Tapi mereka masih punya harta berharga
..harga diri dan harapan
demi anak-anak..

30 September 2008

One Response to “Lebaran? –true story sore ini”

  1. sabdalangit Says:

    PUSISI DARI ORANG MASIH BODOH

    AGAMA
    A = tidak, GAMA = kacau

    Agama ada agar kehidupan di bumi tidak kacau ya…?
    Lantas yg mengadakan siapa… ?
    Ku tak berani membahasnya…
    Sebagai orang yang bersahaja,
    Ku hanya berani bertanya-tanya saja…
    1. Siapa yg membuat agama ?
    2. Apakah Tuhan memeluk suatu agama ?
    3. Siapa yg membuat istilah ; Tuhan, God, Te Phiekong, Puang Allah, Gusti, Pengeran, Hyang Widhi, Yahweh, Allah, Alloh.
    Kenapa RIBUAN bahasa di dunia ini memiliki sebutan sendiri-sendiri untuk menyebut Tuhannya…
    4. Apakah hanya karena salah menyebut dan menamai Zat tertinggi itu lantas seseorang masuk neraka dan disebut kapir kopar ?
    5. Bahkan sampai bunuh membunuh…
    6. Bahkan konflik paling mengerikan di dunia ini, selain perang saudara, adalah perang agama….
    7. Jika agama hanya 1 yang benar, seakan nasib di akherat menjadi permainan judi yg sangat besar…
    Kita semua ini (kecuali yg pernah murtad) memeluk agama hanya karena kebetulan saja.
    Kebetulan keturunan orang Hindu, atau Islam, atau Katolik, atau Buddha atau yg lain. Agama menjadi pusaka warisan orang tua saja…..ya ?!
    8. Kalau hanya 1 yg diakui Tuhan; kenapa umat ribuan agama di dunia ini sama2 pernah merasakan anugrah, mukjizat, rahmat dari Tuhan mereka. pernah merasa doanya dikabulkan Tuhan…ya ?
    Mengapa negara2 Eropa (yang dianggap kapir kopar) justru hidupnya lebih makmur, tenteram, sejahtera, punya kepedulian sosial melebihi org2 yg mengklaim diri sebagai orang suci…ya ?!

    Mari kita melongok Indonesia ya…!
    1. Negeri gudangnya ilmu spiritual….kan ?!
    2. Negeri multi agama….kan ?!
    3. Negeri bejibunnya para penceramah agama…kan ?!

    Sayang sungguh disayang sekali;
    bak ayam mati di lumbung padi…
    Semangat bukan menjadi agama itu dan ini.
    Tetapi semangat memeluk agama itu atau ini.
    Yg didapat hanyalah simbol2 luarnya saja…
    Kekenyangan akan kulitnya saja.
    Tapi berlomba mencaci yg beda pendapatnya.
    Menganggap kapir kopar yg tidak sepaham dengannya.
    Menuduh sesat yg tdk sejalan bersamanya.

    Hebat sekali ulah manusia2 “kulit” ini.
    Org2 kenyang sabut kelapa menjadi lalai
    bahwa tugasnya beragama adalah tidak berhenti di syariat.
    Bingung memahami tarekat, apalagi hakekat.
    Tangeh lamun
    mustahil menerima anugrah makrifat.
    Bak burung kuntul berkucir.
    Ibarat lebah madu yg njenthir.
    Umpama hama tikus yg rakus.

    Umpama demitnya prabu jimbuningrat.
    Kiamat untuknya sudah dekat.

    Inilah potret negeri yg agamis;
    namun jauh dari sikap dan watak religius.

    teruskan perjuangan wahai kawan PI
    perjuanganmu mencerahkan sesama dan manusiawi
    membangkitkan asa baru bak oasis dipadang sahara.
    Membangkitkan nasionalisme yg membara.

    sabdalangit’s web

    rahayu

Leave a Reply