Faisal Basri Ajak Kaum Perempuan Boikot Pemilu

By Republika Contributor
Republika Online, Selasa, 04 November 2008 pukul 21:30:00

JAKARTA — Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri, mengajak kaum perempuan untuk memboikot pelaksanaan pemilu, karena partai politik (parpol) tidak transparan dalam masalah keuangan.”Kita boikot pemilu, pasti parpol akan takut,” katanya dalam acara seminar “Peran Perempuan dalam Mencegah Korupsi” yang digagas SM Gerakan Pemberdayaan Swara Indonesia (GPSP), di Jakarta, Selasa.

Faisal Basri beralasan korupsi di tanah air semakin menjadi-jadi, seperti yang dilakukan parpol dan politisi dengan tidak menyerahkannya susunan daftar penyumbang. “Mereka bilang, kas nol,” katanya.Namun, kata dia, kenyataannya parpol dan politisi kalau ada acara digelar di hotel mewah.

Karena itu, parpol harus diperiksa agar mereka mendapatkan pelajaran dalam soal pengaturan pengelolaan uangnya.

“Kalau tidak, negara ini akan dikuasai oleh politisi bajingan,” katanya.Ia menyebutkan rusaknya Indonesia oleh politisi itu, dapat terbukti dari banyaknya politisi yang masuk penjara.”Kemudian parpol hidupnya bergelimang kemewahan dan tidak pernah melaporkan uangnya dari mana. Maukah kita, pemilu menghasilkan politisi-politisi yang darahnya berasal dari darah ‘hantu’,” katanya.

Seharusnya, kata dia, politisi itu memberikan contoh apakah dirinya sudah melaksanakan kewajibannya atau belum, seperti, membayar pajak.”Kalau belum membayar pajak, mereka nanti akan menjadi politisi yang menghisap darah rakyat. Kalau mereka tidak mau mengubah, hak kita untuk memboikot,” katanya.ant/kp

http://www.republika.co.id/berita/11881.html

Leave a Reply