Faisal Basri: Indonesia “Disandera” Bakrie

Kamis, 30 Oktober 2008 - 17:15 wib

Widi Agustian - Okezone

 

JAKARTA - Saham Grup Bakrie dinilai telah menjadi penambah beban ekonomi Indonesia, di tengah goncangan ekonomi global.

Pasalnya, performa kinerja perekonomian salah satunya dilihat melalui pasar modal. Sedangkan pasar modal baru saja dikenakan suspensi pada 8 Oktober 2008. Penghentian itu dilakukan adanya transaksi short selling dan repo saham Grup Bakrie.

“Indonesia sudah disandera oleh Bakrie. Misalnya, kalau suspensi tiga emiten saham Bakrie dibuka dan sahamnya turun terus sampai jadi Rp1.000, lalu pemerintah ambil, pasti pasar saham berhenti turun,” ujar ekonom Faisal Basri, di sela Seminar Nasional Strategi Pemerintah Daerah Memperbaiki Iklim Investasi, di Hotel Manhattan Jalan Prof Dr Satrio No 1 Kuningan, Jakarta, Kamis (30/10/2008).

Selain Saham Grup Bakrie, ada hal lain yang juga menambah beban ekonomi Tanah Air. Bibit penyakit itu, terletak di beberapa bank BUMN, yang terkait dengan kredit macet korporasi yang dekat dengan pemerintah. Sehingga hal itu dapat merembet ke seluruh perbankan dalam negeri. Padahal, kondisi perbankan nasional secara umum sehat.

“Kalau saya jadi presiden, saya akan cut seperti Amerika menginjak Lehman sampai habis,” tegasnya.

Dua hal berat ini (suspensi Bakrie dan kredit macet di BUMN) menurutnya, harus diperhatikan. “Karena ini merupakan keputusan politik yang berat. Seharusnya Barrack Obama ditiru,” ujanya. (rhs)

http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/30/277/159157/faisal-basri-indonesia-disandera-bakrie

 

One Response to “Faisal Basri: Indonesia “Disandera” Bakrie”

  1. mas seger Says:

    manurutku suspensi itu tidak perlu, agar Bakrie compani memperbaiki kinerjanya, membenahi capitalisasinya supaya produtif & profitable, suspensi hanya membuat perusahaan tidak mempunyai daya saing kompetetif dengan company lokal maupun multinasional yan lain..

Leave a Reply