<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Meninggalkan 2008, Melangkah di 2009 (6)</title>
	<atom:link href="http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meninggalkan-2008-melangkah-di-2009-6/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meninggalkan-2008-melangkah-di-2009-6/</link>
	<description>"One man with belief equal to a thousand with only interest"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 19:50:08 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: aRif eS</title>
		<link>http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meninggalkan-2008-melangkah-di-2009-6/#comment-606</link>
		<dc:creator>aRif eS</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:07:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faisalbasri.blog.friendster.com/?p=222#comment-606</guid>
		<description>Assalamu'alaikum 
...... Belakangan ini kami sangat kecewa dan semakin kecewa, karena semua melupakan adanya gejolak harga minyak tanah yang semakin melambung melewati harga premium akibat kebijakan konversi ke gas elpiji. Mungkin bapak-bapak di Jakarta yang pintar-pintar mudah mengataknnya, tapi bagi kami yang di daerah yang sudah turun temurun biasa menggunakan minyak tanah merasa dipaksa (bahkan dijajah) kebijakan tersebut. Mungkin tujuannya baik, tapi caranya yang sangat buruk. Mestinya rakyat diberikan pilihan sendiri apakah menggunakan minyak tanah atau elpiji, dan konversi dilakukan secara pelan-pelan mungkin dengan memasukkan ke kurikulum pelajaran sekolah tentang manfaat dan kelebihan penggunaan elpiji, sehingga dengan kesadaranlah kita akan beralih bukannya dipaksa. Sehingga yang menjadi sasaran utama adalah generasi yang masih di sekolah bukannya pa
ra orang tua yang sudah puluhan tahun menggunakan minyak tanah. Apalagi ditambah dengan banyaknya kasus tabung yang meledak dan langkanya elpiji itu sendiri.... Indonesia ini untuk siapa???????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
&#8230;&#8230; Belakangan ini kami sangat kecewa dan semakin kecewa, karena semua melupakan adanya gejolak harga minyak tanah yang semakin melambung melewati harga premium akibat kebijakan konversi ke gas elpiji. Mungkin bapak-bapak di Jakarta yang pintar-pintar mudah mengataknnya, tapi bagi kami yang di daerah yang sudah turun temurun biasa menggunakan minyak tanah merasa dipaksa (bahkan dijajah) kebijakan tersebut. Mungkin tujuannya baik, tapi caranya yang sangat buruk. Mestinya rakyat diberikan pilihan sendiri apakah menggunakan minyak tanah atau elpiji, dan konversi dilakukan secara pelan-pelan mungkin dengan memasukkan ke kurikulum pelajaran sekolah tentang manfaat dan kelebihan penggunaan elpiji, sehingga dengan kesadaranlah kita akan beralih bukannya dipaksa. Sehingga yang menjadi sasaran utama adalah generasi yang masih di sekolah bukannya pa<br />
ra orang tua yang sudah puluhan tahun menggunakan minyak tanah. Apalagi ditambah dengan banyaknya kasus tabung yang meledak dan langkanya elpiji itu sendiri&#8230;. Indonesia ini untuk siapa???????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
