<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Meredam PHK agar Tidak Merembet</title>
	<atom:link href="http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meredam-phk-agar-tidak-merembet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meredam-phk-agar-tidak-merembet/</link>
	<description>"One man with belief equal to a thousand with only interest"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 19:51:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Young Gun's</title>
		<link>http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meredam-phk-agar-tidak-merembet/#comment-593</link>
		<dc:creator>Young Gun's</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 06:35:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faisalbasri.blog.friendster.com/?p=217#comment-593</guid>
		<description>Sebaiknya pemerintah benahi sektor riil sebagai motor penggerak ekonomi, jangan malah intevensi pasar modal &#38; finasial, sangat boros dan juga membuat peusahaan-perusahaan Indonesia manja "njagakke" bantuan pemerintah, menciptakan ketergantungan terus pada pemerintah, lebih baik supply money pasar Riil daripada supply pasar modal/uang, toh pelaku ekonomi di sektor pasar modal tsb hanya segelintir orang aja, ujung-ujungnya terjadi " Buble Economic"....untuk pekerja sebaiknya upah berdasarkan jam kerja seperti negara maju..upah disesuaikan dengan situasi pasar...Okey ! Gimana Bung Faisal...tanggapannya..,mohon kalau boleh Saya minta Alamat email Bung Faisal untuk korespondensi..sebelumnya terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebaiknya pemerintah benahi sektor riil sebagai motor penggerak ekonomi, jangan malah intevensi pasar modal &amp; finasial, sangat boros dan juga membuat peusahaan-perusahaan Indonesia manja &#8220;njagakke&#8221; bantuan pemerintah, menciptakan ketergantungan terus pada pemerintah, lebih baik supply money pasar Riil daripada supply pasar modal/uang, toh pelaku ekonomi di sektor pasar modal tsb hanya segelintir orang aja, ujung-ujungnya terjadi &#8221; Buble Economic&#8221;&#8230;.untuk pekerja sebaiknya upah berdasarkan jam kerja seperti negara maju..upah disesuaikan dengan situasi pasar&#8230;Okey ! Gimana Bung Faisal&#8230;tanggapannya..,mohon kalau boleh Saya minta Alamat email Bung Faisal untuk korespondensi..sebelumnya terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irvan Wirayudha</title>
		<link>http://faisalbasri.blog.friendster.com/2008/12/meredam-phk-agar-tidak-merembet/#comment-579</link>
		<dc:creator>Irvan Wirayudha</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 17:01:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://faisalbasri.blog.friendster.com/?p=217#comment-579</guid>
		<description>Perlu dibakukan definisi pengangguran ataupun pengangguran terbuka. Selama itu belum ada maka akan dibuat sesuka hati sesuai kebutuhan demi tampilan statistik yang jauh dari kondisi faktual.

Saat ini perlu penumbuhan kesadaran kembali seperti saat krisis moneter 1997 lalu, bahwa yang mampu bertahan terhadap krisis adalah pengusaha menengah dan kecil, sehingga, fokuslah pemerintah kepada golongan itu. Lebih baik membantu 1000 pengusaha kecil-menengah dibanding 1 pengusaha besar yang tingkat probabilitas kegagalannya tinggi (1 : 1).

Selain itu, keteladanan para elite juga sangat penting. Janganlah selalu beretorika. Meminta rakyat mengencangkan ikat pinggang tapi mereka tetap dengan gaya hidup hedonism-nya. Mari kita bangkitkan kembali jiwa kebangsaan dan nasionalisme sejati. Hanya membeli produk dalam negeri. Hanya belanja di pasar-pasar tradisional. Biasakan menggunakan kendaraan umum. Bergotong-royong membangun kampung. Last but not least, Berantas Korupsi !!.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perlu dibakukan definisi pengangguran ataupun pengangguran terbuka. Selama itu belum ada maka akan dibuat sesuka hati sesuai kebutuhan demi tampilan statistik yang jauh dari kondisi faktual.</p>
<p>Saat ini perlu penumbuhan kesadaran kembali seperti saat krisis moneter 1997 lalu, bahwa yang mampu bertahan terhadap krisis adalah pengusaha menengah dan kecil, sehingga, fokuslah pemerintah kepada golongan itu. Lebih baik membantu 1000 pengusaha kecil-menengah dibanding 1 pengusaha besar yang tingkat probabilitas kegagalannya tinggi (1 : 1).</p>
<p>Selain itu, keteladanan para elite juga sangat penting. Janganlah selalu beretorika. Meminta rakyat mengencangkan ikat pinggang tapi mereka tetap dengan gaya hidup hedonism-nya. Mari kita bangkitkan kembali jiwa kebangsaan dan nasionalisme sejati. Hanya membeli produk dalam negeri. Hanya belanja di pasar-pasar tradisional. Biasakan menggunakan kendaraan umum. Bergotong-royong membangun kampung. Last but not least, Berantas Korupsi !!.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
